Daftar Blog Saya

Mengenai Saya

Selasa, 15 Februari 2011

artikel


ARTIKEL
OLEH: DADANG MARYANTO

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH
BAGI SISWA  KELAS V SDN ,,,,,,, PURWODADI PURWOREJO

Dalam dunia pendidikan selalu dituntut peningkatan prestasi belajar siswa. Berbagai cara dapat digunakan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai saat ini masih jauh dari apa yang kita harapkan. Berbagai usaha juga dilakukan oleh guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswanya.
Permasalahan yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, khususnya pada pelajaran matematika adalah penggunaan metode belajar yang kurang bervariasi, guru kebanyakan hanya menggunakan metode ceramah pada saat pembelajaran di kelas. Karena pembelajaran yang berlangsung hanya terpusat pada guru, hal ini dapat membuat siswa merasa jenuh dan suasana kelaspun kurang menyengkan. Pelajaran matematika juga merupakan momok di pikiran siswa, sehingga siswa beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Metode yang kurang tepat juga  mempengaruhi tingkat hasil belajar siswa. Guru dalam pelaksanaan pembelajarannya terkadang tidak mengunakan media yang menarik, kebanyakan para guru hanya terpacu pada buku-buku. Sehingga para siswa  merasa bosan dan menganggap bahwa pelajaran matematika itu sulit. Tentunya masih banyak permasalahan-permasalahan lain yang bisa kita temukan  yang dapat menyebabkan menurunnya prestasi atau hasil belajar siswa.
Melihat kondisi rendahnya prestasi belajar siswa tersebut serta beberapa masalah yang mempengaruhi prestasi balajar siswa khususnya untuk pelajaran matematika, guru mencoba untuk mencari solusi untuk memecahkan masalah yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian tugas  berupa pekerjaan rumah kepada siswa. Dengan pemberian pekerjaan rumah (PR) kepada siswa, diharapkan siswa dapat meningkatkan aktifitas belajarnya.

Pengertian Matematika
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), matematika didefinisikan sebagai ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. (Hasan Alwi, 2002:723)
Matematika dalam sudut pandang Andi Hakim Nasution (1982:12) yang diuraikan dalam bukunya, bahwa istilah matematika berasal dari kata Yunani, mathein atau manthenein yang berarti mempelajari. Kata ini memiliki hubungan yang erat dengan kata Sanskerta, medha atau widya yang memiliki arti kepandaian, ketahuan, atau intelegensia. Dalam bahasa Belanda, matematika disebut dengan kata wiskunde yang berarti ilmu tentang belajar (hal ini sesuai dengan arti kata mathein pada matematika).
Sujono (1988:5) mengemukakan beberapa pengertian matematika. Di antaranya, matematika diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara sistematik. Selain itu, matematika merupakan ilmu pengetahuan tentang penalaran yang logik dan masalah yang berhubungan dengan bilangan. Bahkan dia mengartikan matematika sebagai ilmu bantu dalam menginterpretasikan berbagai ide dan kesimpulan.
Pekerjaan rumah atau yang lazim disebut PR dalam bahasa Inggris “Homework“ yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah.
Ada tiga jenis Pekerjaan Rumah atau PR, yaitu :
a.       Practice exercises (latihan)
Memperbolehkan para pelajar menggunakan pengetahuan baru atau membaca ulang, merevisi dan memperkukuh kemahiran-kemahiran yang baru diperoleh.
b.      Preparatory homework (persediaan)
Persediaan dalam hal ini adalh dimana para pelajar memperoleh informasi latar belakang mengenai unit studi agar mempersiapkan diri untuk pelajaran yang akan datang.
c.       Extension assignments (tugas lanjutan)
Menggalakkan para pelajar agar melanjutkan pencarian ilmu sendiri secara imajinatif.
Yang dimaksud dengan PR dalam artikel ini adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan diluar jam sekolah (terutama dirumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau ketrampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.
Selain penggunaan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru harus lebih menarik dan bervariasi, pemberian pekerjaan rumah (PR) kepada siswa, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan yang tentunya juga berpengaruhi besar terhadap prestasi siswa. Hal tersebut antara lain:
1.      Penentuan waktu belajar siswa, serta sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan belajar siswa di rumah.
2.      Partisipasi dari orang tua siswa dengan memberikan dorongan dan motivasi untuk belajar.
3.      Di dalam kelas, guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan juga rileks agar mampu menghilangkan anggapan siswa bahwa pelajaran matematika  merupakan pelajaran yang menakutkan. Namun sebaliknya, siswa diberi pengertian bahwa sesungguhnya matematika adalah pelajaran yang mengasikkan untuk dipelajari.
Melalui pemberian tugas berupa PR, diharapkan siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya  serta memicu siswa lebih aktif dan akrab terhadap mata pelajaran yang diberikan guru di sekolah. Selain itu pemberian PR juga bertujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep atau ketrampilan dan sekaligus memberikan pengembangan pengetahuan dan wawasan siswa tentang pelajaran matematika.
Subyek dalam proposal penelitian adalah siswa kelas V di SDN Keduren Kecamatan Purwodadi, Kabupaten, Purworejo tahun ajaran 2011-2012. Banyak siswa kelas V SDN Keduren berjumlah 24 siswa yang terdiri dari 10 siswa putra dan 14 siswa putri.
Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di SDN Keduren Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo pada tahun ajaran 2011-2012. Penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan lokasi penelitian tidak jauh dari tempat tinggal dan pernah bersekolah di SD tersebut sehingga akan menghemat waktu dan biaya serta kemudahan dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan.
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis ada beberapa metode penelitian agar mempermudah proses penelitian. Metode pengumpulan data adalah cara-cara untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Metode pengumpulan data ini adalah:
1.      Observasi
Metode observasi disini adalah observasi lapangan untuk mengetahui perilaku masing-masing siswa.
2.      Angket
Angket berfungsi untuk mengetahui tanggapan atau respon siswa terhadap pemberian tugas pekerjaan rumah dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Dalam angket ini berisi beberapa alternatif pilihan jawaban yaitu Selalu, Sering, Kadang, Tidak pernah.
3.      Dokumen
Yang dimaksud dokumen dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen nilai siswa dalam proses pembelajaran atau hasil belajar siswa.
4.      Wawancara
Metode wawancara digunakan untuk mengetahui kondisi sekolah maupun kondisi pembelajaran di kelas. Wawancara dengan guru dilakukan sebelum proses pelaksanaan penelitian, sedangkan wawancara dengan siswa dilakukan baik sebelum pelaksanaan maupun sesudah pelaksanaan penelitian.
5.      Tes Prestasi
Untuk mengetahui prestasi siswa dalam pembelajaran

Instrument yang digunakan oleh penulis dalam proposal penelitian adalah lembar observasi, dokumen nilai siswa, pedoman wawancara, lembar tes dan angket.

            Desain penelitian yang digunakan penulis dalam proposal penelitian adalah menggunakan PTK model Kurt Lewin yang terdiri dari empat komponen, yaitu:
1.      Perencanaan (planning)
2.      Tindakan (acting)
3.      Observasi (observing)
4.      Refleksi (reflecting)
Dalam proposal penelitian yang berjudul Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Tekhnik Pemberian Tugas Pekerjaam Rumah Bagi Siswa Kelas V SDN Keduren Purwodadi Purworejo, penulis menggunakan beberapa langkah dalam melaksanakan rencana penelitian.
Langkah-langkah yang digunakan antara lain:
1.      Perencanaan
Meliputi penyampaian materi pelajaran, latihan soal, tugas pekerjaan rumah, pembahasan PR, ulangan harian.
2.      Tindakan (action) Kegiatan, mencakup
a.       .Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup
b.      Siklus II (sama dengan siklus I)
c.       Siklus II (sama dengan siklus I dan II)
3.      Refleksi, dimana perlu adanya pembahasan antara siklus-siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian.

Indikator keberhasilan dalam proposal penelitian ini adalah siklus akan dihentikan apabila sudah mencapai titik jenuh atau tidak ada data baru yang diperoleh. Prestasi belajar siswa lebih meningkat dari sebelumnya dan 75% dari jumlah siswa kelas V telah mencapai skor KKM Mata Pelajaran Matematika yaitu 65. Komponen-komponen yang menunjukkan siklus telah jenuh ketika siswa prestasi belajarnya telah meningkat memenuhi KKM yang ditentukan.
Analisis data dapat berupa hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dan observasi. Analisis pada siklus pertama hasilnya akan dipakai untuk kegiatan pada siklus selanjutnya. Analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif akan dijadikan metode dalam menganalisa data yang sudah terkumpul. Jenis data yang diperoleh dan dianalisis ialah data kuantitatif yang terdiri atas hasil belajar siswa diolah menjadi rata-rata. Selain itu, data kualitatif terdiri atas hasil observasi dan wawancara yang diolah dengan analisis kualitatif. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Setelah semua data terkumpul dan dianalisis maka ditarik kesimpulan.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

semoga bermanfaat